Mayoritas Muslim Amerika Kini Mendukung Kaum Lesbian, Gay, dan Biseksual

Oleh: Michael Toumayan
28 Juli 2017
Sumber: Human Rights Campaign

Mayoritas Muslim Amerika menerima kaum lesbian, gay, dan biseksual (LGB) sebagai bagian dari masyarakat, menurut temuan baru dari Pew Research Center, menandai pergeseran sikap yang dramatis dalam satu dasawarsa terakhir.

52% Muslim Amerika kini setuju dengan pernyataan “homoseksualitas harus diterima oleh masyarakat”, naik hampir dua kali lipat dari mereka yang dijajak pendapat satu dasarwarsa lalu. Survey juga mengungkap wanita Muslim jauh lebih menerima kaum LGB dibanding pria Muslim, di mana 63% wanita mendukung dibanding 42% pria. Pew juga menemukan dukungan bersejarah di antara Muslim milenial (60%), Muslim kelahiran AS (57%), dan Muslim kelahiran luar negeri (49%).

Ini menandai lonjakan dukungan sejak 2011, ketika hanya 39% Muslim Amerika menerima kaum LGB, dan kenaikan besar sejak 2007, ketika lebih banyak Muslim tidak menerima (61%) kaum LGB daripada menerima (27%).

Survey Pew juga menemukan 64% Muslim Amerika setuju bahwa terdapat lebih dari satu cara untuk menafsirkan ajaran Islam—sebuah temuan yang membesarkan harapan untuk perbaikan penerimaan LGBTQ ke depan.

Temuan-temuan ini memancarkan cahaya cerah tentang sikap Muslim terhadap dan keyakinan mereka tentang kaum LGBTQ, dan mengindikasikan bahwa pintu terbuka kian lebar untuk pemeriksaan ulang ajaran Islam mengenai kaum LGBTQ oleh para cendekiawan Islam semacam Daayiee Abdullah, anggota Religion Council HRC dan pendiri MECCA Institute.

Temuan-temuan ini, dilansir hari Rabu, didasarkan pada survey Pew terhadap 1.001 Muslim AS antara 23 Januari sampai 2 Mei. Sayangnya, masih terbatas atau tak ada riset tentang kaum transgender di kalangan audiens Muslim Amerika.
HRC menyambut angka-angka ini sebagai perubahan signifikan di dalam komunitas tersebut.

HRC Foundation berkomitmen mengikutsertakan komunitas Muslim Amerika dan mengangkat cerita dan pengalaman Muslim LGBTQ. Baru-baru ini HRC menghadirkan “Ramadan Reflections”, sebuah kampanye daring yang bertujuan menciptakan ruang inklusif untuk renungan bulan Ramadan. Dan, pada 2015, HRC melansir panduan “Coming Home to Islam and to Self”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s